Saipul Bahri Menghargai Upaya Wali Kota dalam Memperbaiki Medan Utara

Ketika pembangunan ekonomi dan infrastruktur tidak merata, masyarakat di wilayah terabaikan sering kali merasa menjadi ‘anak tiri’. Inilah yang dialami oleh penduduk di Medan Utara. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa pemerintah kota Medan berkomitmen untuk memperbaiki situasi ini, dengan fokus pada pembangunan wilayah utara. Saipul Bahri, anggota DPRD Kota Medan dari daerah pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan, menghargai upaya ini.
Penegasan Komitmen Pembangunan Wilayah Utara
Terkait hal ini, Saipul Bahri, telah menyampaikan apresiasinya terhadap Wali Kota Medan yang mengumumkan fokus utama pembangunan Pemkot Medan tahun ini adalah wilayah utara. Ini merupakan langkah penting yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Medan Utara.
Saipul Bahri mengakui bahwa selama ini pembangunan di Medan Utara cenderung tertinggal dibandingkan dengan wilayah lain di Kota Medan. Sebelumnya, pembangunan tampak hanya terpusat di pusat kota, sehingga Medan Utara terkesan terabaikan. Padahal, wilayah ini merupakan penyumbang PDRB terbesar bagi Kota Medan.
Penentuan Alokasi Anggaran
Menyikapi kondisi ini, Saipul Bahri, sebagai politisi dari Partai NasDem, menyatakan bahwa seluruh anggota DPRD Kota Medan dari Dapil II telah sepakat untuk mengalokasikan 35% dari anggaran tahun 2026 untuk pembangunan wilayah utara. Keputusan ini telah disetujui dan dicantumkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan.
Pembangunan SDM dan Fisik
Namun, ia juga menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Tingkat pengangguran dan kemiskinan ekstrem di Medan Utara masih cukup tinggi, sehingga perlu adanya pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM.
“Pembangunan SDM dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan keterampilan kepada generasi muda. Dengan demikian, mereka dapat menjadi lebih mandiri dan mampu melindungi diri dari berbagai ancaman sosial seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran dan perjudian online,” jelas Saipul Bahri.
Peran Masyarakat dalam Pembangunan
Dalam konteks pembangunan fisik, Saipul Bahri meminta dan mengimbau masyarakat Medan Utara untuk turut serta mengawasi proses pembangunan. Lebih dari sekedar mengawasi, masyarakat juga diharapkan untuk menjaga hasil pembangunan yang telah dilakukan, agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.
Peran Wali Kota dalam Pembangunan
Sebelumnya, Wali Kota Medan juga telah menegaskan komitmennya untuk memfokuskan pembangunan Pemkot Medan tahun ini di wilayah Medan Utara dalam sambutannya pada Safari Ramadhan Pemkot Medan. Selain untuk pemerataan pembangunan, ini juga bertujuan untuk menghapus stigma negatif Medan Utara sebagai “anak tiri”.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Wali Kota Medan, Rico Waas, telah mengalokasikan anggaran pembangunan sebesar 35% untuk pengembangan wilayah bagian utara Medan. Fokus utama pembangunan ini adalah perbaikan jalan dan optimalisasi sistem drainase.
“Kami telah mendengar aspirasi masyarakat melalui rekan-rekan kami di DPRD. Tahun ini, kami akan fokus pada pembangunan di wilayah utara. Tujuan kami adalah untuk memastikan bahwa warga di Medan Labuhan, Belawan, Deli, hingga Marelan merasakan kehadiran pembangunan yang setara,” ujar Rico Waas.
